Proposal Training of Trainer (ToT) Identifikasi HCVF dan Penerapan P&C RSPO di Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera dan Kalimantan

Projects 26, Dec 2010

LATAR BELAKANG

Pertumbuhan industri kelapa sawit yang pesat dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak negatif yang tidak sedikit, seperti pembukaan hutan yang bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value Forest – HCVF), konflik antara satwa dengan kebun akibat hilangnya habitat, kebakaran lahan dan hutan dalam proses penyiapan kebun, serta isu-isu sosial yang menyulut berbagai konflik antara perkebunan dengan masyarakat lokal.

HCVF sendiri merupakan sebuah konsep yang dikembangkan untuk melindungi tempat-tempat di dalam kawasan pengelolaan hutan atau kebun yang diperkirakan mempunyai nilai konservasi tinggi secara lingkungan dan sosial. Konsep ini digunakan secara luas untuk memastikan bahwa para pengelola hutan atau kebun mempunyai kesadaran akan potensi nilai hutan konservasi tinggi di wilayah kelolanya. Saat ini lembaga keuangan, investor dan konsumen terlibat dalam mendorong prakarsa identifikasi HCVF khususnya di perusahaan perkebunan minyak sawit yang berkelanjutan (Sustainable Palm Oil-SPO). RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) mengeluarkan 8 Prinsip yang wajib dipenuhi oleh perkebunan minyak sawit berkelanjutan, HCVF sendiri termasuk dalam prinsip ke 5 dan ke 7 yang diwajibkan bagi perusahaan minyak kelapa sawit yang ingin menuju sertifikasi RSPO.

Proses identifikasi HCVF memerlukan keahlian dan ketrampilan tertentu. Pemahaman tentang HCVF diharapkan dapat diterima oleh banyak kalangan agar pihak-pihak yang terlibat dalam melakukan identifikasi potensi HCVF tersebut semakin berkembang dan memiliki kemampuan yang seragam. Oleh karena penilaian HCVF merupakan indikator mayor pada Prinsip dan Kriteria RSPO, maka diperlukan para penilai yang memiliki standar khusus untuk melakukan pekerjaan ini.

Melalui ToT diharapkan akan menghasilkan tenaga-tenaga trampil dan berkemampuan melakukan penilaian HCVF sekaligus dapat mengikuti dengan baik proses sertifikasi RSPO yang dikembangkan. Para peserta training, selanjutnya bisa mengembangkan pemahaman tersebut kepada peserta lainnya. Hal ini sejalan dengan harapan agar semakin lebih banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menerapkan prinsip dan kriteria RSPO dalam menuju pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Proposal ini diajukan untuk menjawab tantangan bahwa semakin banyak perusahaan perkebunan yang sadar akan pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan maka semakin dibutuhkan keahlian khusus dalam penerapan P&C RSPO termasuk juga penilaian HCVF di perkebunan kelapa sawit.

 

Berikut sedikit paparan mengenai proposal training of trainer:

 

TUJUAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

    1. Menghasilkan para pelatih dalam penerapan P&C RSPO dan penilaian HCVF di perkebunan kelapa sawit
    2. Penyeragaman konsep dan teknis penerapan P&C RSPO sesuai guidance dan identifikasi HCVF sesuai toolkit yang ada

 

HASIL YANG DIHARAPKAN:

  1. Peserta pelatihan dapat menjadi tim penilai P&C RSPO dan HCVF di perkebunan kelapa sawit
  2. Peserta pelatihan menjadi pelatih dalam training penilaian P&C RSPO dan HCVF di perkebunan kelapa sawit

 

METODOLOGY DAN PROSES KEGIATAN

Pelatihan ini dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Peserta diseleksi berdasarkan keterkaitan pekerjaan yang dilakukan selama ini dan keinginan untuk menjadi tim penilai berdasarkan surat permohonan yang masuk dari 3 propinsi di Sumatera yang banyak terdapat perkebunan kelapa sawit yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Riau
  2. Peserta akan mendapatkan teori dan pelatihan di ruangan tentang materi pelatihan, melakukan diskusi dan simulasi. Materi training telah dipersiapkan lebih dahulu dana dibagikan kepada peserta sebelum training dimulai
  3. Selanjutnya, peserta dibawa ke salah satu perkebunan yang telah menerapkan P&C RSPO sekaligus telah melakukan identifikasi HCVF untuk mempraktekkan teori yang dilatih sebelumnya
  4. Peserta kembali ke ruangan dan melakukan diskusi terhadap hasil-hasil kunjungan lapangan.